Sunday, 22 March 2015

#FFRabu - TOKO



Ini dia link flashfiction MFF-ers pada #FFRabu - TOKO hari Rabu tanggal 18 Maret 2015.
Mau baca-baca? Yuuuuk ~

  1. A.A Muizz - Di Sebuah Toko Sepatu
  2. Janabijana - Di Tepi Sungai
  3. Dinda Faiza - Anak
  4. de Baron Marta - JALAN GLITZURRUN NOMOR 13
  5.  Rifki Jampang - Tanpa Pasangan
  6. Emfatoni - Toko Online
  7. Edmalia - Toko Segala Ada
  8. Humaira - Gadis "Jangan Tanya"
  9. Jiah Java - Bilik Samping
  10. Ranny Afandi - Cupcakes Shop
  11. Carolina Ratri - Boneka Cantik di Etalase
  12. Rinrin Indrianie - Dijual Cepat
  13. Safa - Amplop Cokelat
  14. Edmalia - Toko Segala Ada (2)
Dan ... uwuwuw!! Ternyata kemarin ramai yah :D Yayy!
Dan (lagi) FF-nya keren-kerennnn! Tapi ada satu FF yang nggak bisa Miss rekap di sini, karena ternyata blognya sudah terhapus :( Yahhhh, kenapa cobaaaa? Cedih ....

Nah, sekarang Miss Monday jadi bingung tuuh, mau milih yang mana untuk ditampilkan di blog kali ini :D

Tapi, setelah melalui semedi tujuh hari tujuh malam di bawah sinar purnama, maka inilah #FFRabu terpilih minggu ini :D

----

Jalan Glitzurrun Nomor 13
Oleh: de Baron Marta

Akhirnya kami melakukannya. Pergi ke dukun untuk menemukan putri kami yang hilang sejak sebulan lalu.

“Jalan Giltzurrun nomor 13. Putrimu ada di situ.”

Dan di sanalah, berdiri sebuah toko bunga. Perasaan kami campur aduk antara bingung dan cemas. Tanpa buang waktu suamiku lalu masuk ke dalam toko dan menemui pemiliknya. Mereka mengobrol cukup lama.
“Dukun itu menipu kita!” geram suamiku sambil menggandeng tanganku pergi.
Hingga seminggu kemudian, kami membacanya di koran. Polisi menggrebek toko bunga di Jalan Giltzurrun Nomor 13 dan menangkap pemiliknya. Dari penyelidikan, ditemukan bahwa toko bunga itu dimanfaatkan untuk sebuah bisnis ilegal terselubung; perdagangan organ tubuh manusia.

---

Selamat yaaah.
Semangat untuk #FFRabu berikutnya!

2 comments:

  1. Wow...terima kasih MFF!!

    Silakan kunjung blog saya sambil baca-baca FF yang lain...saya jamin deh pasti mengecewakan!

    ReplyDelete
  2. Dih, yg atas komentarnya merendah.... Toko bunga jd tpt penjualan organ manusia, emang beda

    ReplyDelete

Followers

Socialize

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *