Saturday, 28 March 2015

Menerbitkan Buku secara Indie? Yuk!

Oleh: Rahmah Chemist



Kali ini mau sharing soal gimana sih cara nerbitin buku secara indie? Soalnya banyak yang bertanya ke admin, PIC bahkan ini merupakan pertanyaan yang sering didengar di luar sana.

Sudah tahu semua kan yah, kalau penerbitin indie itu yang punya kuasa adalah "kita sendiri" dan tentu saja "modal materi"?
Pihak penerbitan hanya "melayani" apa yang diinginkan oleh kita sebagai penulisnya.

Nah, ini ada beberapa hal-hal yang perlu dipersiapkan jika ingin menerbitkan indie:

1. Naskah.
Tentu saja ini hal yang paling penting. Namanya juga mau menerbitkan buku, tentu saja ada harus naskah yang akan dicetak, bukan?! Naskah juga perlu diperhatikan dari segi hal-hal pentingnya, seperti jumlah halaman (secara umum berkisar di 80-100 hal kertas kwarto atau A4), penulisan EYD-nya, layout serta desain cover. Namun, ada juga penerbit indie yang menyediakan jasa layout, desain cover dan juga editing EYD sebagai bentuk fasilitas. Ada juga yang memisahkan dari harga cetak buku, jadi penulis dikenakan biaya tambahan untuk itu.

2. Dana.
Ini penting sekali. Karena menerbitkan buku secara indie sangat bergantung pada jumlah dana yang dimiliki.

3. Jumlah buku yang akan dicetak.
Hal ini berkaitan dengan dana tentu saja. Semakin banyak jumlah eksemplar buku yang akan dicetak indie, maka biayanya produksi untuk satu buah buku akan semakin murah. Dengan begitu, penulis bisa mengambil keuntungan yang sedikit lebih banyak setelah dikurangi dari biaya-biaya produksi dan hal-hal menyangkut promosi dan lain-lain.

4. Akun sosmed.
Akun sosial media yang dimiliki bisa menjadi ajang promosi. Silakan berkreasi dengan kalimat-kalimat "menggiurkan" agar buku bisa laris sesuai harapan Anda sebagai penulis tentunya.

5. Komunitas.
Komunitas juga bisa menjadi sumber motivasi dan juga ladang promosi buku yang diterbitkan. Setidaknya, mereka orang-orang yang sedikit lebih mengenal Anda dibandingkan orang lain.

6. Penerbit Indie yang klop dengan Anda.
Tidak semua penerbit indie bisa menjadi partner Anda. Sebab boleh jadi ada kendala baik berupa metode penerimaan naskah, biaya yang ditawarkan, lokasi serta sepak terjang penerbit tersebut dalam melayani penulis untuk menerbitkan naskahnya. So, pilih-pilih penerbit indie juga penting untuk jadi bahan masukan buat diri sendiri sebelum memutuskan bekerja sama dengannya.

Ada kelebihan dan kekurangan dari menerbitkan indie. Apa saja itu?

Kelebihan:
  • Penulis bisa menentukan sendiri harga jual buku di atas dari harga produksi. Berapa pun itu terserah dari penulisnya. Hanya saja perlu juga memperhatikan genre buku yang diterbitkan (dengan kata lain melihat permintaan atau minat pasar dari genre buku tersebut)
  • Isi di dalam buku tersebut benar-benar sesuai dengan keinginan penulis. Mulai dari desain tata letak halaman demi halaman, ilustrasi, dan juga desain sampul buku yang bisa dibuat sesuka hati.
  • Bisa "ngetop" dengan menerbitkan buku tanpa harus "digantung" lama oleh penerbit mayor yang boleh jadi hasil akhirnya adalah penolakan juga :D
  • Penulis pemula bisa bermunculan dengan ide-ide baru dalam naskahnya. Hanya saja butuh pendampingan karena boleh jadi masih ada kekurangan dari segi tanda baca dan juga pengemasan cerita.
  • Bisa mempromosikan buku sesuka hati, di mana pun, kapan pun diinginkan. Apalagi jika menggunakan akun sosmed pribadi. Media tersebut sangat pas.

Kekurangan:
  • Isi menjadi tanggung jawab diri pribadi penulis tanpa melibatkan penerbit.
  • Dipandang "sebelah mata" oleh penulis-penulis yang sudah kondang dengan buku-buku yang diterbitkan secara mayor, rasanya harus siap diterima. Meskipun tidak semua penulis kondang akan bersikap seperti itu.
  • Kurang diminati oleh pembaca yang sudah terbiasa dengan buku-buku terbitan mayor. Jadi perlu promosi yang benar-benar bagus untukmemikat hati mereka.
  • Sulit masuk ke toko-toko buku besar tanpa melewati syarat dan ketentuan yang super njlimet. Ketat persaingan soalnya dengan buku-buku penerbit mayor lainnya.
  • Perlu ekstra waktu dan tenaga dalam mempromosikan buku sebagai bentuk usaha "mengembalikan" modal cetak buku tersebut pastinya. Karena sebagain penerbit indie melepaskan tanggung jawab promosi buku kepada penulisnya sendiri. Jika ada penerbit indie yang membantu promosi buku, tentu ada persentase bagi hasil dari penjualan buku tersebut. Besarnya sesuai kesepakatan awal atau sesuai SOP penerbit indie itu sendiri.

Nah, mungkin itu yang bisa PIC sampaikan. Jika ada yang kurang atau keliru, bisa sama-sama kita saling memberi masukan.

Tambahan MFF-ers

Carolina Ratri
Ohiya. Kalau indie yang semacam nulisbuku dan beberapa penerbit lain bisa yah yang sistem Print on Demand. Kita tinggal menyediakan dana untuk proof cetak aja 1 x. Selanjutnya yang mau beli, sila pesan sendiri. Jadi masalah dana juga kayaknya juga bisa sedikit teratasi yah.
Nah, biasanya kalo sistem cetak indie begini, yang hampir selalu menjadi permasalahan adalah editing. Banyak penulis yang terlalu terburu-buru pengin punya buku. Jadi agak-agak mengabaikan editing. Kalo saran saya sih, mintalah tolong jasa seorang teman yang berkompeten mengedit, atau minimal menjadi firstreader. Biar indie, tapi kualitas kan tetap harus dijaga. Iya kan?
Salah satu buku indie yang layak banget dibaca itu kayak buku indie "Buku yang Kaubenci" punya Putri Widi Saraswati (yang sangat sangat minim typo), Tu7uh-nya Daeng Harry Irfan juga recommended deh

Harry Irfan
Tambahan, kalo aku sih, perlakukan bukumu seperti calon anak, gak mau dong anak lahir dengan "cacat" yang disengaja. Memang begitu terbit, pasti masih ada saja kekurangannya, tapi paling tidak berusaha menghasilkan karya terbaik.
Untuk masalah teknis, terkait pilihan penerbit/percetakan indie, ada banyak pilihan kok. Ada yang kayak mak Carolina Ratri bilang. Ada juga yang lebih murah kalo cetak sejumlah eksemplar, untuk hal ini biasanya disiasati dengan buka PO..

Putri Widi Saraswati
Urusan teknis mah variatif ya. Yang penting jadilah orang perfeksionis dan cerewet saat mau lahiran scr indie. Itulah kenapa Buku yang Kau Benci bisa sangat minim typo.

Arif Wibowo
Kalo boleh tau mimimal butuh dana berapa ya?

Carolina Ratri
Disesuaikan aja mas Arif, punyanya berapa :)))

Dian Farida Ismyama
Jadi buku indie itu bisa masuk toko buku besar juga?

Carolina Ratri
Bisa Mbak Dian, tapi Mbak Dian harus menemukan distributor yang tepat untuk diajak kerja sama.

1 comment:

  1. LeutikaPrio, NulisBuku, DapurBuku yang udah terpercaya kualitasnya.

    Umumnya buku indie kalau ingin masuk toko buku umumnya dengan syarat mencetak paket 1000 eksemplar.

    Tapi perlu diingat dalam jangka 6 bulan buku tersebut harus laku kalau enggak ma pihak toko buku akan mengembalikan ke pihak penerbit.

    Ulasan artikel ini sangat membantu dalam memberi pencerahan makasih

    ReplyDelete

Followers

Socialize

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *