Saturday, 7 March 2015

Resume Poets Trilogy Stage - Menjalin Cerita Bersambung dalam Trilogi


Dirangkum oleh: Indah Lestari

Pada babak ini ada sedikit perbedaan dengan show pada babak yang lalu. Selain penilaian dilakukan dengan cara blind scoring, yaitu para juri tidak menjadi mentor pada babak ini, juri tamu pun adalah pemilik karya yang digunakan sebagai tema untuk tantangan yang harus ditaklukan oleh para peserta. Beliau adalah Latree Manohara, juri pada MFF Idol musim pertama, yang aktif menulis FF, juga piawai meramu dan menyajikan keindahan puisi.

Sesuai tantangan yang diberikan yaitu FF trilogi, para peserta masing-masing membuat sebuah FF yang saling terkait dengan tema dari tiga buah musikalisasi puisi karya Latree Manohara: Bangun Tengah Malam ( Irwan Bajang ), Yang Berhasrat Meminangmu, Kekasihku ( Arif Fitri Kurniawan ) dan Dinding yang Retak di Bulan Januari ( Galih Pandu Adi ).

Ada 3 trilogi yang tersaji. Secara umum digarap cukup baik dan serius. FF peserta tidak hanya dinilai per individu tapi juga secara kelompok. Sebelumnya Host Harry Irfan meminta member MFF untuk memberikan vote pada karya peserta.

1.    Trilogi Wisnu
Trilogi Wisnu adalah karya ChocoVanilla dengan Cinta Terlarang-nya, Anastasye Natanel dengan Maut, dan Pada Akhirnya milik Isti'adzah Rohyati.
Secara keseluruhan, menurut Sulung idenya kurang tereksekusi dengan baik. Dua FF bahkan punya twist sama. Sedangkan, menurut Latree Manohara, simpel saja: isinya tidak sesuai dengan puisi. Trilogi I semrawut, kerumitannya dipaksakan.
Kelompok ini mendapatkan skor 6,42.

Cinta Terlarang – ChocoVanilla
Menurut Carolina Ratri, terlalu banyak tokoh pada FF ini. Diksi bagus banget, mendayu-dayu namun seperti tidak ada intinya. Mengembangkan puisi menjadi FF tidak harus berbunga-bunga. Sepakat dengannya, menurut juri Ariga Sanjaya dan juri Sulung pun menilai FF ini seharusnya padat, tapi ternyata terlalu bertele-tele. FF ini menghabiskan jatah kata untuk menggalau ria, tapi nyaris lupa membangun cerita., konfliknya tidak tajam. Bahkan untuk twist, tidak ada petunjuk. Menurut juri Latree, membaca ini masih belum bisa yakin Wisnu ini apa. Dilihat dari umur ribuan mungkin saja jin. Sebagai twist terasa hambar.

Maut - Anastasye Natanel
Menurut Carolina Ratri idenya lumayan tetapi seharusnya FF ini bisa lebih stand out lagi. Cara pendeskripsiannya sangat datar. Menurut juri Ariga Sanjaya, judulnya 'sederhana' tapi menjiwai seluruh cerita. Minim dialog, sekaligus minim cerita. Nyaris sepanjang kisah dibaluri kata-kata berbunga, tapi tak memberikan pembaca cukup bahan untuk membentuk visualisasi dalam kepala. Juri Sulung pun berpendapat tidak ada yang istimewa dari FF ini. Flat. Emosi tiap tokoh tidak digarap dengan tajam, ide cerita pun banal. Juri Latree berpendapat FF ini makin rancu. Seperti ada bau-bau de javu, seolah Wisnu dan Laksmi pernah hidup dalam satu masa?

Pada Akhirnya - Isti'adzah Rohyati

Bagi juri Carolina Ratri dan juri Ariga judul FF ini tidak menarik dan jika ini bukan bagian dari trilogi, pembaca tidak akan mengerti maksud dari FF ini. Menurut juri Sulung twist pada FF ini banal dan datang tiba-tiba tanpa clue yang cukup. Menurut juri Latree, “Loh, Wisnu telah berubah karena Tuhan murka, lalu Wisnu mencabut nyawa Laksmi?  Gak ngerti.”

2.    Trilogi Maria

Trilogi Maria adalah milik Dian Farida Ismyama dengan Menggenggam Hati Maria, Putri Widi Saraswati dengan Mengakhiri Pada Maria, dan Retak Karya Maria oleh Anindita Hendra Puspitasari.
Komentar juri secara keseluruhan, menurut Latree Manohara, tidak ada catatan berarti, trilogi ini aman. Trilogi II konflik yang cukup rumit, eksekusi yang cukup cantik. Dan menurut Sulung ketiga FF ini masih kurang padu. Ada yang missed antara FF pertama, kedua dengan ketiga.
Kelompok ini mendapat skor 7,46.

Menggenggam Hari Maria - Dian Farida Ismyama
Juri Carolina Ratri menangkap semacam kebimbangan penulis hendak mengarahkan ke mana ceritanya. Menurut juri Ariga Sanjaya, judulnya lumayan menarik. Ceritanya sendiri memainkan aneka metafora dan rentetan kalimat bersayap. Secara keseluruhan, cerita ini memiliki banyak plot dan konflik yang cukup berhasil dipadupadankan. Sedangkan menurut juri Sulung, twist sama sekali tidak ada. Hal yang hampir sama dirasakan oleh juri Latree jika cerita ini datar sampai akhir. “Aku palm face,” begitu komentar beliau.

Mengakhiri Pada Maria - Putri Widi Saraswati
Juri Carolina Ratri menyukai FF ini. Menurut juri Ariga Sanjaya, walaupun judulnya tidak menarik namun ceritanya menawarkan sesuatu yang berbeda. Ada gairah yang meletup di dalamnya dan ditutup dengan adegan yang ‘dahsyat’. Tidak sepaham dengan yang lainnya, juri Sulung berpendapat jika twist datang tiba-tiba tanpa clue sebelumnya. Namun juri Latree menyukai FF ini. Pedihnya terasa.

Retak Karya Maria - Anindita Hendra Puspitasari

Menurut juri Carolina Ratri masih ada kosa kata yang salah dan tidak sesuai dengan KBBI, namun endingnya oke. Sedang menurut juri Ariga Sanjaya, lagi-lagi judul tidak menarik. Namun cerita yang dihadirkan mampu menarik perhatian dan puntirannya pun membuat gregetan. Bagi juri Sulung, FF ini antara surealis dan simbolis. Nanggung karena tidak tajam di keduanya. Menurut juri Latree FF ini sedikit terasa sureal tapi masih perlu diperhalus.

3.    Trilogi Adam
Trilogi Adam ini digarap oleh Rinrin Indrianie untuk bagian pertama, dilanjutkan oleh Andi Eksak, dan ditutup oleh Edmalia Rohmani.
Secara keseluruhan menurut Sulung, kelompok ini cukup padu FF-nya. Twist tiap FF juga cukup, hanya judulnya yang seperti sinetron berseri. Dan menurut Latree Manohara seperti mengulang puisi, judul kurang menghantam, namun Trilogi III cukup padu dan asik.
Kelompok ini mendapat skor 7,17.

Tentang Tiga Sahabat 1 - Rinrin Indrianie
Ketiga juri berpendapat sama jika tidak ada sesuatu yang baru yang ditawarkan dari FF ini, baik pada ide, alur maupun twist. EYD pun menjadi catatan dari salah satu juri. Pendapat juri Latree, cerita datar, mengulang mentah isi puisi, tertebak.

Tentang Tiga Sahabat 2 - Andi Eksak

Juri Carolina Ratri dan juri Ariga Sanjaya kompak berkomentar bahwa terlalu banyak pengulangan dari FF sebelumnya. Jadi membosankan. Judul pun kurang kreatif, hanya menambahkan ‘bagian 2’. Sedang juri Carolina dan juri Sulung mengatakan twistnya oke, cukup meledak ala fiksimini. Komentar juri Latree, sebenarnya agak datar juga, tapi kalimat twistnya cukup nendang. Cukup terbayar.

Tentang Tiga Sahabat 3 - Edmalia Rohmani

Diksi berbunga-bunga dalam FF ini membuat juri Carolina Ratri kelelahan karena harus membaca berulang kali. Clue siapakah ‘Aku’ ini pun tak ketemu hingga akhir cerita. Juri Ariga Sanjaya mengatakan cerita di FF ini hanya memanjang-manjangkan cerita tapi inti cerita tak tersampaikan dengan baik dan lagi-lagi soal ‘kepala’ yang terus disebut. Namun sedikit pujian dari juri Sulung jika FF ini surealis, maka cerita cukup oke. Menurut Latree mestinya FF ini bisa terasa lebih pedih.


Peringkat peserta
1.    Putri Widi Saraswati dengan nilai individu 7,68 dan nilai akhir 7,57. Vote 7,50.
2.    Anindita Hendra Puspitasari dengan nilai individu 7,43 dan nilai akhir 7,44. Vote 7,78.
3.    Dian Farida Ismyama dengan nilai individu 7,10 dan nilai akhir 7,28. Vote 7,05.
4.    Rinrin Indrianie dengan nilai individu 6,82 dan nilai akhir 6,99. Berkat imun minggu lalu, posisinya menanjak 2 peringkat. Vote 6,33.
5.    Andi Eksak dengan nilai individu 7,18 dan nilai akhir 7,17. Vote 6,34.
6.    Edmalia Rohmani dengan nilai individu 7,04 dan nilai akhir 7,10. Vote 7,11.
7.    Isti'adzah Rohyati dengan nilai individu 6,82 dan nilai akhir 6,62. Vote 7,56.
8.    Anastasye Natanel dengan nilai individu 6,81 dan nilai akhir 6,61. Vote 7,39.
9.    ChocoVanilla dengan skor individu 6,75 dan nilai akhir 6,58. Vote 7,27 terkecil di kelompoknya membuat Chocho Vanilla harus berhenti di babak ini.

Selanjutnya The Big 8 MFF Idol 2 akan mendapat tantangan untuk babak selanjutnya yaitu HISTORICAL STAGE : setiap peserta diminta membuat flashfiction dari sebuah peristiwa sejarah maksimal 450 kata dengan genre bebas.

No comments:

Post a Comment

Followers

Socialize

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *