Tuesday, 10 March 2015

Resume Surreal Stage - Mari Bermain Lebih dengan Imajinasi


Dirangkum oleh Indah Lestari

Pada babak kali ini, keenam peserta terbagi menjadi dua kelompok : Anindita Hendra Puspitasari, Isti'adzah Rohyati, dan Dian Farida Ismyama versus Edmalia Rohmani, Putri Widi Saraswati, dan Rinrin Indrianie. Masing – masing mendapatkan 3 tema berupa sketsa sureal karya Masya Ruhulessin dan Carolina Ratri. Dan ada yang berbeda dalam babak ini, vote dilakukan terlebih dahulu ketimbang kurasi agar penilaian para member MFF lebih objektif.

Juri tamu kali ini adalah Nastiti Denny ( @nastiti_ds ). Seorang penulis, salah satu cerpennya pernah termuat dalam Dunia di Dalam Mata, dan buku teranyarnya berjudul (Bukan) Salah Waktu. Pengalaman beliau tidak perlu diragukan lagi, ditambah kegemaran melahap buku – buku berkualitas, maka pantaslah beliau menjadi juri pada babak ini.

Result Show

Tema Mother of Tree karya Masya Ruhulessin yaitu :
1.    WANITA BERANTING KEMBANG – Isti’adzah Rohyati

Menurut juri Carolina Ratri idenya bagus, sayang, eksekusinya berantakan. Banyak hubungan sebab akibat yang terputus bahkan sampai di ending masih merasa menggantung. Bagi juri Ariga Sanjaya judulnya memikat, memancing rasa ingin tahu. Deskripsi awal asyik, terbayang suasana surreal tapi memasuki pertengahan hingga akhir membuat bingung. Ada beberapa penulisan yang keliru. Juri Sulung Lahitani berharap FF ini bukan sekadar surealis, FF ini berpotensi jadi FF simbolis juga dengan pemilihan tokoh yang unik. Sayang, penulis hanya menggiring mereka ke arah penyatuan padahal banyak yang bisa digarap. Dan menurut juri tamu Nastiti Denny pijakan ide kurang kokoh.

2.    RAHASIA POHON IBUKU – Edmalia Rohmani

Menurut juri Carolina Ratri alurnya kurang rapi. Ada beberapa 'sebab-akibat' yang terputus dan tidak terjawab namun begitu pesannya tetap terbaca di ending. Sedangkan juri Ariga Sanjaya menilai judulnya lumayan meski tidak terkesan surreal. Tetapi memasuki cerita, semua terasa 'nanggung'. Surrealnya tidak terasa, mau drama pun tidak terasa. Juri Sulung dan juri tamu sepakat jika idenya bagus hanya saja FF ini masih begitu kasar, penyusunan adegan perlu perbaikan.

Skor yang didapat oleh kedua peserta ini imbang. Dua suara dari Carolina Ratri dan Ariga Sanjaya untuk Isti’adzah Rohyati dengan nilai akhir 7,04. Dua suara lainnya dari Sulung dan Nastiti Denny untuk Edmalia Rohmani dengan nilai akhir 7,15.



Tema Mouth(s) karya Carolina Ratri yaitu :
1.    PELAHAP RAHASIA – Dian Farida Ismyama

Juri Carolina mengatakan bahwa ini adalah contoh FF yang sibuk membuat twist. Idenya bagus namun alur masih kurang rapi. Dan sekalimat-enter-sekalimat-enter itu mengganggu sekali. Berbeda pendapat, juri Ariga sangat menyukai ceritanya. Meski surreal, tapi tetap punya kisah yang jelas. Lain lagi dengan juri Sulung yang walaupun sudah cukup sesuai dengan tema, masih banyak typo dan tak sesuai EYD. Lantas untuk twist, sudah bisa menebak dari awal. FF berbentuk kalimat pendek ini tidak menarik. Emosi tidak terbangun dengan baik. Namun juri tamu Nastiti Denny menilai semuanya bagus, meski twist standar.

2.    PLEIDOI UNTUK DURGA – Putri Widi Saraswati

Komentar positif dari semua juri. Alur rapi. Ada pesan tersirat yang berhasil disampaikan, begitu kata juri Carolina. Juri Sulung bilang meski samar-samar, ia bisa menangkap pesan yang ingin disampaikan. Tapi seperti biasa, rumit. Namun komentar juri Nastiti Denny jika pijakan ide dari FF ini kurang kokoh.

Putri Widi Saraswati mendapat nilai 2,5 dari Carolina, Sulung dan Ariga dengan nilai akhir 7,53. Sedangkan Dian Farida Ismyama mendapat nilai 1,5 dari Nastiti Denny dan Ariga dengan nilai akhir 7,51.


Tema Sakit yang Terlalu karya Carolina Ratri yaitu
1.    PULANG – Rinrin Indrianie

Juri Carolina, Ariga dan Nastiti Denny berpendapat yang sama judulnya tidak menarik. Cerita tidak terlalu surreal dan datar, namun juri Carolina suka dengan ide dan twistnya. Masih ada catatan pada EYD. Menurut juri Sulung meski cukup sesuai dengan tema, tapi konflik yang diambil banal. Dan untuk twist, berharap lebih dari sekadar ditelan dinding.

2.    PENJAJA SUMUR MATA – Anindita Hendra Puspitasari

Semua bagus, menurut juri tamu Nastiti Denny. Juri Carolina menyukai FF ini. Alur lumayan rapi. Meski masih ada beberapa sebab-akibat yang agak mengganjal. Bagi juri Ariga judul lebih menarik, atmosfer sureal juga lumayan terasa. Juri Sulung berpendapat bagian awal cukup bagus, sayang makin ke ujung makin biasa. Penulis seperti bingung mau dibawa ke mana arah ceritanya. Dalam dunia surealis, semua yang tak bisa dijelaskan akal bisa terjadi. Penjelasan dari penulis justru bikin mood turun.

Empat suara dari semua juri untuk Anindita Hendra Puspitasari dengan nilai 7,51 mengungguli Rinrin Indrianie dengan nilai akhir 7,00.

Dari penilaian juri, ada 3 The Flasher yang kalah dan bergantung pada penilaian anggota MFF. Mereka adalah Isti'adzah Rohyati, Dian Farida Ismyama dan Rinrin Indrianie. Berikut hasil voting dari anggota MFF :
•    Isti,adzah Rohyati memperoleh nilai rata-rata 7,38.
•    Dian Farida Ismyama memperoleh nilai rata-rata 8,63.
•    Rinrin Indrianie memperoleh nilai rata-rata 7,81

Dengan demikian, Isti'adzah Rohyati harus pulang pada babak kali ini. Sementara Dian Farida Ismyama dan Rinrin Indirianie bergabung bersama Putri Widi Saraswati, Edmalia Rohmani, Anindita Hendra Puspitasari ke dalam The Big 5 MFF Idol 2.

Tantangan berikutnya adalah PANCASILA STAGE. Pada babak ini The Flasher diberi tugas bagaimana memaknai setiap masing-masing sila pada Pancasila (pembagian akan disampaikan oleh host secara pribadi) dan menuangkannya dalam bentuk FF maksimal 500 kata, genre bebas. Target pembaca dari FF di babak ini adalah anak-anak usia 7 – 12 tahun.

No comments:

Post a Comment

Followers

Socialize

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *