Saturday, 28 March 2015

Senin Berpuisi, Keping #23; CIUMAN


CINTA ADALAH RIBUAN PERISTIWA DALAM SATU KEPAKAN KUPU-KUPU ~ Agus Noor

CIUMANmu yang lembut, telah menyelematkanku.
Ah, cinta, seperti juga Tuhan,
kadang hanya dibutuhkan saat kita merasa kesepian.‪#‎TopikPuisi‬

Selamat merangkai aksara Tuan dan Puan...Selamat #SeninBerpuisi

Ajen Angelina
Bibirmu madu musim semi pada bunga dendalion
Dan aku lebah yang mencandu
Ciuman kita adalah serbuk dendalion yang bahagia diterbangkan angin.


Isyia Ayu
Di mataku, salju tetap membeku
Tak mencair meski tatapanmu menyalakan api unggun
Bahkan ketika sepasang lengan memelukku dari belakang, aku tetap bergeming
Namun aku kalah
Aku menyerah pada sebuah ciuman panjang tanpa jeda
Dan aku jadi begitu membenci diriku sebab mencintaimu

De Baron Martha
pelacur berajah matahari,
rasanya ciuman terakhir kita tak sehambar ini
mungkin kau terlalu banyak memantrai ranjang
mungkin juga kau tak lagi haus darah kaum lanang
atau jangan-jangan kau mulai bosan padaku
yang tak pernah bisa mengeja namamu

Edmalia Rohmani
Ciuman ibuku selalu melekat di pipi
Menghangatkanku di malam yang dingin dan sepi
Menyejukkanku di saat terik mentari
Menguatkanku di saat rapuh dan keluh
Ciuman terakhir ibuku sebelum hembusan napasnya berhenti
Takkan pernah terganti

Dwi Puspita Ningrum
Bibir merahmu bagai sebuah gulali yang ingin kulumat habis dalam sekejap
Namun bagai pengemis tanpa harta
Ku hanya dapat memandangimu tanpa kejap mata
Kala bibir lembut itu habis terlumat dalam ciuman birahi pria tak punya rupa

Carolina Ratri
Kau sungguh buatku mati, Tuan.
Saat bibir kita bertemu, kauisap semua napasku.
Matamu mengontrol jiwaku
Kaubuat aku membeku dalam waktu
Aku luruh dalam ciumanmu,
dan tak ingin hidup lagi.
 
Selamat puisi kalian cakep-cakep. :) Semangat!


No comments:

Post a Comment

Followers

Socialize

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *