Saturday, 19 September 2015

Fiksimini Games: BATU

Sumber

ChocoVanilla PipitDewi
KEPALA BATU. Dinding itu langsung retak ketika ia terbentur.

ChocoVanilla PipitDewi
GIGI PALSU. Deretan batu akik berkilauan ketika ia tertawa.

Lukman Hambali
MALIN KUNDANG. Seharusnya Emak bisa kaya jika ia berkata, "Kukutuk kau menjadi batu permata!"

ChocoVanilla PipitDewi
BATU MENANGIS. Pak Presiden menyumbang ribuan meter sapu tangan untuk mencegah banjir di Kalimantan.

Aris Rahman Purnama Putra
KENCING BATU. Sebelum melaksanakan tawuran, ia selalu pergi ke belakang untuk mengumpulkan amunisi.

Fajar Utomo
ZAMAN BATU. Selamat datang di zaman batu yang baru. Zaman di mana hati, kepala, nurani, dan kesombongan manusia sama kerasnya.

Sarif Sarif
Di setiap tangis Ibu, Bapak tersenyum. Batu permata dari Ibu melimpah.

Sarif Sarif
YAUMUL HISAB. Jemari tangannya bersaksi, batu akik adalah Tuhannya.

Sarif Sarif
KUELUS-ELUS BATU AKIK DI TANGANKU, asap mengepul. Keluar sesosok makhluk. "Bapak?"

***

Selamat Mas Aris Rahman Purnama Putra! Fiksimini kamu kocak! 
Untuk yang lain, tetep semangat yaaa. Makin lama fiksimini kalian makin keren. Minggu depan kita mainkan lagi fiksimini games yang lebih seru.

See you, Gaes!

1 comment:

Followers

Socialize

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *