Wednesday, 23 September 2015

Karya Terpilih Prompt #88 : Tujuh dari Papa





oleh : Zen Ashura


Satu.

Dua.

Tiga.

Empat.

Lima.

Enam.

Dan itu yang terakhir. Tujuh.

Tujuh kali di pipi yang sama, tinju Papa mendarat. Lalu ketika Mama jatuh terkapar, ia menendangnya. Tujuh kali. Setelah itu ia menjambak rambut Mama kemudian menamparnya. Juga sebanyak tujuh kali.

Dan ketika nanti amarahnya reda, Papa akan memeluk Mama dengan pipi basah kemudian menciumnya lembut. Tepat tujuh kali. Disitulah aku tahu Papaku telah berhenti menjadi monster.

Telah kugunakan seumur hidupku untuk memahami seluruh keanehannya. Kini aku sampai pada kesimpulan kalau Papa sangat menyukai angka tujuh dan kebiasaannya setiap malam adalah ia harus meminum obat-obatannya. Sebanyak tujuh butir.

Pernah suatu malam kepalaku dihantamkan ke meja makan olehnya sebanyak tujuh kali hanya karena ia lupa meminum obat-obatannya.

Aku tak tahu mengapa harus tujuh. Papa memang aneh, tapi aku sangat mencintainya. Dia yang menyuruhku mencuci tangan sebelum dan setelah makan sebanyak tujuh kali. Aku tahu tujuannya baik. Ia ingin aku terhindar dari kuman penyakit.

Dan karena ia begitu baik, aku pun selalu ingin memberikan yang terbaik padanya.

Delapan.

Satu angka lebih banyak daripada tujuh. Oleh karenanya aku selalu mencuci tanganku sebelum dan setelah makan sebanyak delapan kali. Menggosok gigiku sebanyak delapan kali. Dan entah sejak kapan hal ini menjadi suatu kebiasaan bagiku.

Pernah suatu hari aku membanting tasku dan aku merasa harus membanting tas itu sebanyak tujuh kali lagi. Namun aku salah hitung menjadi sembilan. Ini membuatku semakin gelisah, lalu kuputuskan untuk membanting tasku lagi sebanyak enam belas kali. Dua kali lipat dari delapan.

Malam itu ternyata Papa lupa meminum obatnya, yang pada akhirnya membuat wajah Mama babak belur.

Aku benci Mama. Cengeng. Kerjanya hanya menyusahkan Papa saja. Kalau terus seperti ini Papa bisa ketularan lemah olehnya. Aku sangat benci orang yang lemah.

Oleh karena itu ketika ia tertidur, kutusukkan pisau daging yang kuambil dari dapur ke dadanya.

Tepat delapan kali.


Cerita asli DI SINI

****
Catatan BangMin : Aku bergidik mengikuti jalan ceritanya. Dua kata buat cerita ini : STAND OUT!






2 comments:

  1. tapi ada yang masih belum kungemerrti, yakni yang ditusuk dadany aitu, dada ibunya atau dada papanya?

    ReplyDelete
  2. angka 7 angka dunia diantara 6 ( hidup ) dan 8 (mati/abadi)

    ReplyDelete

Followers

Socialize

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *